Selasa, 06 September 2016


KUMPULAN PERIBAHASA INDONESIAKU
  • Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama
.Artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia.

  • Tong kosong nyaring bunyinya.
 Artinya Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.

  • Lain di bibir lain di hati.
 Artinya Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.

  • Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas.
 artinya Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.

  • Jika tak ada akar rotan pun jadi
kalau tak ada yang lebih baik, yang kurang baik pun akan berguna

  • Anjing menyalak tiada menggigit
Omong besar tapi penakut

  • Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai.
 Artinya Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.

  • Kalau tak ada api, masak ada asap
Bila tak sebab tentulan tidak ada akibat

  • Ada air, ada ikan.
Di mana kita tinggal, di situ kita mendapatkan rezeki. 


  • Ada rotan, ada duri.
Segala sesuatu pasti ada baik buruknya.
  • Seperti anjing dengan kucing
Selalu bertengkar/bermusuhan
  • Air beriak tanda tak dalam.
Orang yang terlalu banyak bicara biasanya bodoh. 
  • Air mata jatuh ke perut.
Duka cita yang tidak kelihatan, karena dirasakan sendiri saja.
  •  Angan-angan menerawang langit
Mengharapkan sesuatu yang tak mungkin terjadi

  • Jauh panggang dari api
jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan

  • Awak yang tak pandai menari, dikatakan lantai terjungkit
Unuk menutupi kebohongannya maka dicari kesalahan pada orang lain

  • Ada udang di balik batu.
Punya maksud tersembunyi.

  • Ada gula, ada semut.
Di mana banyak mata pencaharian, banyak pula orang datang ke sana untuk mencari rezeki. 

  • Jika tak ada akar rotan pun jadi
kalau tak ada yang lebih baik, yang kurang baik pun akan berguna

  • Sambil menyelam minum air
Orang yang mengerjakan pekerjaan sambil mengerjakan pekerjaan lainnya

  • Belum beranak sudah berbesan
Belum berhasil sudah mengharapkan yang bukan-bukan
  
  • Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang.
 Hanya mau enak dan senangnya saja.

  • Ada beras taruh di dalam padi.
Kita harus bisa menyimpan rahasia orang lain yang telah dipercayakan

  • Seperti anak ayam kehilangan induk
Menderita kesusuahan karena kehilangan pemimpin

  • Lempar batu sembunyi tangan
Perbuatan yang licik dan penghianat

  • Adat dunia balas membalas, syariat palu memalu.
Kebaikan dibalas dengan kebaikan, kejahatan dibalas juga dengan kejahatan.

  • Adat lama pusaka usang.
Adat dari dahulu kala, tidak berubah-ubah. 

  • Balik belakang lain bicara
Orang yang mengingkari janji

  • Bekerja bahu membahu
bekerjagotong-royong untuk mencapai hasil

  • Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan.
Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.

  • Adat hidup tolong-menolong, adat mati jenguk-menjenguk, adat dunia berbalas-balasan.
Kita wajib tolong-menolong, kunjung-mengunjungi dan yang baik dibalas dengan yang baik.   

  • Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam.
Yang tua ataupun yang muda harus bersabar dalam menghadapi sesuatu
 
  • Nasi tak dingin, pinggan tak retak.
 Artinya Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.
 
  •  Jauh di mata dekat di hati.
 Artinya Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.
  • Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.                          
 Artinya Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya.

  • Bagai pungguk merindukan bulan.
 Artinya seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin. 
  • Bagai Makan Buah Simalakama.
 Artinya bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.
    
  • Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
 Artinya Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat. 



  • Bagaikan burung di dalam sangkar.
Artinya Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
  • Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Artinya kalah ataupun menang sama-sama menderita.